Setelah 10 Tahun Baru Wisuda - Mensyukuri Nikmat

emotional, jogja, life, motivation, spritual September 1st, 2008

Agak sedikit sentimentil. Dan jg agak religius.

Coba kuawali dgn kisah ini .

Ketika Allah menciptakan keturunan2 Nabi Adam, maka beliau melihat bahwa keturunan2nya beragam keadannya : ada yang sempurna dan ada yang cacat. Melihat kenyataan itu, beliau sedih dan bertanya : “Ya Allah, mengapa kau buat anak keturunanku ada yang berbeda2?”. Maka Allah menjawab, “Ya Adam, itu agar mereka bersyukur”.

Sebenarnya aku sering sedih (dan juga terheran2). Pas lagi di jalan raya, sering kan ngelihat sesama kita yang jauuuh sekali kesempurnaan dan kebahagiaannya (secara kasat mata) dengan kita2 ini? Ada yang tak pny jari2 kaki dan atau tangan, ada yang kakinya bengkok dan tak bisa berjalan kecuali susah payah, ada yang tak punya ayah-ibu, ada yang wajahnya tak sedap dipandang, ada yang cari duit sehari belum tentu dapet, ada yang … (duh, banyak sekali). Sering sih, aku tak kuat menerima kenyataan ini., dan menangis meneteskan air mata. Pertanyaannya gini : “Kenapa aku sempurna sih?“. Ya ndak? kok ndak semuanya … ya gitu, sempurna aja. Ga ada yang sedih (dan, agak ndak manut sama Tuhan dikit, kenapa ada yang dikorbankan spy menderita agar yang lain bisa bersyukur sih?). Ya ndak?

Tapi kemudian hari ini ada pelajaran yang menyentuh hati terdalamku. Yah, teman-teman kan tahu, aku baru akan insya Allah mungkin (he he he) wisuda November depan. Setelah 10 tahun lho. Eh, lebih 3 bulan. Nah, itu kesedihan (atau cacat kalau dianalogikan dengan kisah sebelumnya). Tapi setelah lama kupikir2, aku bisa menjadi landasan bersyukur bagi teman2 yang wisudanya oke bangetz (mana si Poni? jitakz. hehehe ).

Read the rest of this entry »

Work-Life Balance : Mitos atau Kenyataan ?

karir, keluarga August 10th, 2008

Kegiatan mencari nafkah rasanya menjadi menu yang mesti disantap ketika kita semua beranjak dewasa. Berkarir ataupun berwirausaha hanyalah jalan, namun pada dasarnya ketika usia makin bertambah maka kebutuhan makin beragam, baik kebutuhan fisik maupun sosial, apalagi bila sudah berkeluarga.

Kegiatan mencari nafkah demi pemenuhan kebutuhan itu seringkali menyita waktu, tenaga maupun pikiran. Entah jadi kuli maupun jadi boss, staff atau direktur, pemerintah atau swasta, semuanya menyita energi yang cukup besar. Apalagi bila karir atau bisnis makin menanjak, maka -seperti kata Uncle Ben pamannya Peter Parker- “with great power comes great responsibility” berujung pada energi makin besar tercurah pada kegiatan mencari nafkah. Di satu sisi, kehidupan pribadi, sosial, maupun keluarga tetap harus jalan terus. Disinilah muncul istilah work-life balance.

Read the rest of this entry »

Berkiprah di Raksasa IT Dunia

IT, karir July 27th, 2008

Orang Indonesia ada dimana-mana, bukan hanya jago kandang, ataupun bekerja lintas batas untuk perusahaan-perusahaan Telco serta Oil & Gas di penjuru dunia. Namun ada juga orang kita yang bekerja di raksasa IT dunia di luar sana. Tercatat yang pernah kutahu ada di Google (di US maupun di Singapore), Yahoo! (Singapore), juga Opera (marketing managernya cewek Malang !). Aku gak tahu, apakah mereka masih WNI atau sudah jadi warga sana. Ada yang punya cita-cita serupa ?

Kehilangan-Kehilangan

jogja July 10th, 2008

Semenjak menuntut ilmu di Jogja mulai tahun 1998, tentu banyak kisah dan romantika yang menjadi bagian dari perjalanan hidup di kota berhati nyam-nyam itu. Salah satu bagiannya adalah mengalami kehilangan-kehilangan. Kehilangan membawa duka, bisa juga membawa suka, tergantung dari bentuk kehilangannya. Ada beberapa kehilangan yang masih terekam di memori.

Read the rest of this entry »

10 Tips Selingkuh Aman

humor July 7th, 2008

Selingkuh, alias “Selingan Indah Keluarga Utuh” adalah hal yang mengasyikkan mengkhawatirkan. Namun beberapa hari lalu di iRadio (radio adalah teman setia di kala macet di Jakarta :-D ), Sandy dan Melly membahas tentang 10 Tips Selingkuh Aman, yaitu :
Read the rest of this entry »

Apa sih yang kau cari?

life July 6th, 2008

“Pada zaman dahulu, ada seorang Raja berbicara pada seorang penjaga kudanya. Raja berkata,”Hey, penjaga kudaku, jika kamu mampu mengendarai kuda dan berkelana ke daratan mana saja yang kamu inginkan, niscaya Saya akan memberikan semua wilayah yang telah engkau jelajahi tadi.” Kemudian dengan serta-merta si penjaga kuda segera menaiki kudanya,dan mengendarainya secepat-cepatnya agar dapat menjelajahi sebanyak mungkin wilayah. Dia memacu kudanya terus menerus, agar lari sekencang-kencangnya.

Ketika dia merasa lelah dan lapar, dia tidak ingin berhenti, karena dia ingin mendapatkan wilayah sebanyak-banyaknya. Sampai kemudian, ketika dia telah menjelajahi wilayah yang sangat luas, dia kehausan dan kemudian sekarat. Saat itu dia bertanya pada dirinya sendiri,”Kenapa aku memaksakan diri, untuk menjelajahi sebanyak mungkin wilayah? Sekarang saya sudah sekarat dan saya hanya butuh sedikit saja luas tanah untuk menguburkan diriku sendiri”.

Moral story:
Read the rest of this entry »

Stereotype Orang IT

IT, karir July 1st, 2008

Sebagian besar dari csugm98 berprofesi sebagai “Orang IT” alias terlibat secara teknis di bidang IT, entah itu development, networking, system analyst, database, support, trainer IT, dan lain-lain. Hanya sedikit orang-orang murtad csugm98 yang tidak menerapkan ilmu kuliahnya secara langsung di pekerjaan sehari-hari. *angkat telunjuk*

Anyway, ada beberapa stereotype tentang “Orang IT” yang ada di lingkungan kerjaan, seperti

  • Orang IT bicara pakai bahasa teknis yang njelimet
  • Orang IT susah diajak komunikasi
  • Orang IT gak mau ngerti masalah dari sisi bisnis
  • Orang IT hidup di dunianya sendiri
  • … dan seterusnya

Monggo silahkan ditambahi

posted by Andrias Ekoyuono
Who said working can’t be fun ?

ketika hal baru hadir didepan mata..

karir June 9th, 2008

halah, judulnya mboh apa.. pokoknya gitu. Menyambung tulisan babun-man tentang new staff on d block, aku ingin menyumbang sedikit tulisan tentang sesuatu yang baru juga, tapi konteksnya bisa merupakan sesuatu/ metode atau apapun juga yang mungkin bisa mengusik metode yang sudah sering kita gunakan sebelumnya.

Ketika ada hal/ metode baru hadir, ada beberapa reaksi yang akan dilakukan oleh kebanyakan orang. Berusaha mengerti, datar2 saja atau malah menolak. Celakanya, dari banyak pengalaman selama ini, kebanyakan reaksi yang ditunjukkan adalah menolak, apalagi klo berhubungan dengan ‘mengusik kenyamanan’ hehehehe..

Read the rest of this entry »

blending with your envi…

Uncategorized June 3rd, 2008

Oit..

berlanjut… dari postingan sebelumnya [sorry kalo blognya kurang banyak image/link : susah pake wordpress :D ]. Sebelum berlanjut : buat temen-temen yang lain..agar rajin-rajin nulis blog di sini [jangan cuman ngasih komentar dong], biar kita juga bisa share apa aja di blog ini.

“Blending” : abis liat di kamus.net artinya : serasi, cocok, campuran, kombinasi yang baik. Gara- gara bikin proposal dan ketemu kata blending ini, kembali kurasakan ternyata secara tidak sadar aku sudah mulai mem-blending-kan diri dengan likungan kerjaku yang baru.

Read the rest of this entry »

Negeri Akronim

serba-serbi June 3rd, 2008

Salah satu hal yang menarik dari Bahasa Indonesia adalah kemampuan menyerap akronim untuk kemudian lambat laun diadaptasi menjadi kata, artinya pengguna bahkan tidak sadar bahwa kata-kata itu terlahir dari akronim.

Contohnya adalah kata “bandara” yang sebenarnya punya kepanjangan “bandar udara”, namun kita sudah memakai kata “bandara” itu seakan bukanlah merupakan sebuah akronim, namun “bandara” seakan adalah sebuah kata dasar. Contoh yang lain seperti kata “sinetron” yang berasal dari “sinema elektronik”. Atau coba cek, akronim “wartel” atau “warnet” pun seakan-akan telah menjadi sebuah kata dasar tersendiri.

Teman-teman punya daftar akronim-akronim lain yang sudah diterima seakan sebagai sebuah kata dasar ?

note : ada yang tahu bahwa “selingkuh” itu punya kepanjangan dari “selingan indah keluarga utuh ?” :-)

posted by : Andrias Ekoyuono